Merayakan Keberagaman Indonesia
Perfilman Indonesia

“On the Origin of Fear” Sabet Penghargaan di Slowakia

On the Origin of Fear mendapat penghargaan Blue Angel untuk film pendek terbaik dalam Art Film Fest Košice 2017. Film karya Bayu Prihantoro tersebut menjadi satu-satunya film dari Asia yang mendapatkan penghargaan ini. Pengumuman pemenang disampaikan pada malam terakhir pagelaran festival ini, setelah berlangsung selama delapan hari berturut-turut pada 16-24 Juni lalu.

Blue Angel merupakan bentuk penghargaan yang telah lama menjadi ciri khas festival film yang telah ada di Slowakia selama 25 tahun. Selain untuk film pendek terbaik, Blue Angel juga diperuntukkan untuk film panjang, sutradara, aktris dan aktor terbaik.

“Film ini mengizinkan kita untuk merasakan kekuatan tersembunyi dari sinema. Di satu sisi, film ini memperlihatkan topik sulit yang dikemas menjadi lebih sederhana, namun tetap cara yang menantang untuk memantik imajinasi kita tanpa mengurangi penggambaran kekerasan yang hendak diperbincangkan. Di sisi lain, ini menunjukkan proses pembuatan film dan penonton dapat memutuskan ingin berpartisipasi dalam level yang mana. Ini film yang secara ekstrim mampu memperlihatkan pendekatan orisinil akan pengetahuan tertentu mengenai asal mula rasa takut,” papar web Art Film Fest Košice tentang On the Origin of Fear

Film yang menceritakan dubber film-film kekerasan pada era Orde Baru ini merupakan debut pertama Bayu Prihantoro sebagai sutradara. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai sinematografer yang sering diasosiasikan langsung dengan karya Yoseph Anggi-Noen. Vakansi yang Janggal dan Penyakit lainnya (2012), Kisah Cinta yang Asu (2015), dan Istirahatlah Kata-kata (2016) adalah beberapa karyanya sebagai sinematografer.

Sebelum Art Film Fest, On the Origin of Fear telah melanglang buana di beberapa festival lain.  Venice Film Festival 2016, Toronto International Film Festival 2016, Jogja Netpac Asian Film Festival 2016, dan Singapore International Film Festival 2016 adalah festival-festival film yang telah disambangi karya Bayu Prihantoro ini. (Julita Pratiwi)

Berita Terkait